02 March 2014

Raksasa Es Planet Uranus

Seperti pada planet Jupiter dan Saturnus yang terdiri dari hidrogen dan helium. Planet Uranus ditengarai mengandung banyak "es" seperti air, amonia dan metana, bersama dengan jejak hidrokarbon. Planet Uranus komposisinya sama dengan Neptunus dan keduanya mempunyai komposisi yang berbeda dari raksasa gas yang lebih besar, Jupiter dan Saturn. Astronom kadang-kadang menempatkannya dalam kategori yang berbeda pada planet ini yaitu "raksasa es". Atmosfernya itu adalah atmofer yang terdingin dalam Tata Surya, dengan suhu terendah 49 K (−224 °C). Atmosfer planet itu punya struktur awan berlapis-lapis dan kompleks dan dianggap bahwa awan terendah terdiri atas air dan lapisan awan teratas diperkirakan terdiri dari metana. Kontras dengan itu, interior Uranus terutama terdiri atas es dan bebatuan.

Planet Uranus

Sama dengan planet ukuran raksasa lainnya, Uranus mempunyai sistem cincin, magnetosfer serta banyak satelit alami. Sistem Uranian konfigurasinya unik di antara planet-planet karena sumbu rotasi miring ke sampingnya, hampir pada bidang revolusinya mengelilingi Matahari. Sehingga, kutub utara dan selatannya terletak pada tempat yang pada banyak planet lain merupakan ekuator mereka. Dilihat dari Bumi, cincin Uranus kadang nampak melingkari planet itu seperti sasaran panah dan satelit-satelitnya mengelilinginya seperti jarum-jarum jam, meskipun pada tahun 2007 dan 2008 cincin itu terlihat dari tepi. Tahun 1986, gambar dari Voyager 2 menunjukkan Uranus sebagai planet yang nampak tidak berfitur pada cahaya tampak tanpa pita awan atau badai yang diasosiasikan dengan raksasa lain. Akan tetapi, pengamat di Bumi melihat tanda-tanda perubahan musim dan aktivitas cuaca yang meningkat pada tahun-tahun belakangan bersamaan dengan Uranus mendekati ekuinoksnya. Kecepatan angin di planet Uranus dapat mencapai 250 meter per detik (900 km/jam, 560 mil per jam).

Dari ukurannya, Uranus mempunyai diameter 49.000 km hampir empat kali lipat diameter bumi. Di jaman Yunani Kuno, planet ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga dan terberat keempat dalam Tata Surya ini dikenal sebagai Dewa Langit; ayah dari Kronos (planet Saturnus) dan Kake dari Zeus (planet Jupiter). Sir William Herschel mengumumkan penemuannya pada tanggal 13 Maret 1781, menambah batas yang diketahui dari Tata Surya untuk pertama kalinya dalam sejarah modern. Planet Uranus juga adalah planet pertama yang ditemukan dengan menggunakan teleskop.

0 comments:

Post a Comment