
Di lokasi tersebut terdapat sebuah pulau kecil yang berada di tengah-tengah situ. Di pulau itu terdapat sebuah candi yang dibangun pada jaman kerajaan sunda pertama yaitu Kerajaan Galuh. Di dekat situ Cangkuang, tepatnya di kampung Pulo terdapat sebuah makam peninggalan penganut Agama Islam, yaitu Arif Muhammad. Ia salah seorang tentara kerajaan Mataram dari Jawa Tengah yang pergi menyerang Belanda di Batavia pada abad ke 17. Karena penyerangan gagal, ia tidak kembali dan menetap di daerah Cangkuang untuk mengajar dan menyebarkan agama Islam kepada masyarakat setempat dimana keturunannya menetap sampai saat ini.
Situ Cangkuang menjadi bagian dari sejarah Islam masa lalu. Asal usul nama Cangkuang sendiri diambil dari nama sebuah pohon Cangkuang (Pandanus Furcatus) yang banyak terdapat disekitar kawasan tersebut.
0 comments:
Post a Comment