Indonesia memiliki beragam jenis lebah yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Salah satu yang paling dikenal adalah Apis cerana, lebah madu lokal yang banyak dibudidayakan masyarakat. Ada juga Apis dorsata, lebah hutan berukuran besar yang sering membuat sarang terbuka di dahan pohon tinggi atau tebing. Selain itu, terdapat Apis mellifera, lebah madu impor yang banyak digunakan dalam industri perlebahan modern. Tak kalah menarik adalah lebah tanpa sengat dari genus Trigona, yang menghasilkan madu kelulut dengan rasa khas dan kaya manfaat.
Namun, lebah bukan sekadar penghasil madu. Dari lebah, manusia dapat mengambil berbagai hasil alam yang bernilai tinggi. Selain madu yang kaya antioksidan dan baik untuk daya tahan tubuh, ada juga propolis, zat resin yang digunakan lebah untuk melindungi sarang dari bakteri dan jamur. Propolis dikenal memiliki manfaat antibakteri dan antiinflamasi. Lalu ada royal jelly, makanan khusus ratu lebah yang kaya nutrisi, serta lilin lebah (beeswax) yang digunakan dalam kosmetik, farmasi, hingga industri kerajinan.
Lebih dari itu, peran lebah bagi tumbuhan jauh lebih besar daripada sekadar menghasilkan madu. Saat lebah mengisap nektar, serbuk sari menempel di tubuhnya dan terbawa ke bunga lain. Proses ini disebut penyerbukan. Tanpa lebah, banyak tanaman tidak dapat berkembang biak dengan sempurna. Buah-buahan, sayuran, hingga tanaman perkebunan seperti kopi dan kakao sangat bergantung pada kehadiran lebah. Dalam diam, lebah membantu memastikan ketersediaan pangan bagi manusia.
Lebah biasanya membangun sarang saat kondisi lingkungan mendukung—ketika sumber nektar melimpah dan cuaca relatif stabil. Di Indonesia yang beriklim tropis, musim berbunga sering menjadi waktu ideal bagi lebah untuk memperluas atau membentuk koloni baru. Sarang bisa ditemukan di lubang pohon, celah batu, atap rumah, hingga kotak budidaya yang disediakan peternak.
Namun, ada kalanya lebah meninggalkan sarangnya. Peristiwa ini disebut swarming atau berkerumun. Biasanya terjadi ketika koloni sudah terlalu padat, persediaan makanan menurun, atau sarang terganggu. Seekor ratu baru akan muncul, dan sebagian koloni mengikuti ratu lama mencari tempat tinggal baru. Inilah cara alami lebah berkembang dan memperluas populasinya.
Lalu, berapa lama seekor lebah hidup? Umur lebah bergantung pada perannya dalam koloni. Lebah pekerja biasanya hidup sekitar 5–7 minggu pada musim aktif, karena mereka bekerja keras mengumpulkan nektar dan serbuk sari. Lebah jantan umumnya hidup lebih singkat dan akan mati setelah kawin. Sedangkan ratu lebah bisa hidup jauh lebih lama, bahkan hingga 3–5 tahun, karena tugas utamanya adalah bertelur dan menjaga kelangsungan koloni.
Lebah mungkin kecil, tetapi dampaknya sangat besar. Tanpa mereka, ekosistem akan terganggu, hasil panen menurun, dan rantai kehidupan ikut terancam. Di setiap tetes madu, tersimpan kerja keras ribuan lebah yang terbang dari bunga ke bunga, menjaga keseimbangan alam tanpa pernah kita sadari.
Karena itu, menjaga kelestarian lebah berarti menjaga masa depan kehidupan itu sendiri.










