26 January 2014

Kue dan Permen Cokelat Tempo Dulu

Coklat Jago
Pernahkan mencicipi cokelat batangan dengan merek ayam jago? Cokelat ini populer sebagai jajanan anak-anak sekitar tahun 80-90 an, jika anda melihat merek yang dicetak pada kemasannya sudah tentu akan ingat dengan makanan tersebut. Kini cokelat bermerek ayam jago (milk chocolate compound yang bungkusnya berwarna merah putih) sudah hilang di peredaran. Bahkan di warung-warung yang mungkin dahulu tempat kita mendapatkannya kini sudah tak menyediakan lagi.

Mengenang tempo dulu kadang menjadi hiburan tersendiri di sela-sela aktivitas yang menjenuhkan. Namun jika semua hal di masa lalu sudah tak lagi dapat kita dapatkan, tentu saja bukan berarti kita tidak bisa mengenangnya sama sekali. Di Parijs van Java (PVJ) kita bisa mampir ke sebuah tempat makan yang bernama Sagoo. Tak hanya menyajikan aneka masakan lezat, disini kita masih bisa menemukan makanan unik tempo dulu yang sudah lama tidak ada diwarung-warung.

Sagoo

Cokelat dengan merek ayam jago hanyalah salah satu dari makanan “jadul” yang tersedia di sana. Permen karet merk Yosan, permen Davos, cokelat berbentuk payung, aneka permen tahun 80-90 an atau wafer cokelat superman masih bisa kita temukan disana. Puas menikmati masakan lezat dan membungkus makanan-makanan jadul tadi, kita masih bisa tersenyum geli saat melihat beberapa produk jaman dahulu seperti obat keseleo Tarason atau minyak kayu putih dengan kemasan dan merek yang masih persis seperti yang kita lihat saat masih anak-anak.

Beberapa perabotan rumah tangga seperti tempat menyimpan kue dari kaca berwarna hijau lumut dengan merek menggunakan ejaan lama, piring yang terbuat dari logam atau bakul bambu juga dijajakan di bagian pintu masuk dengan penataan menyerupai warung jaman dahulu. Jika masih belum puas bernostalgia dengan masa lalu, tengok dan perhatikanlah sekeliling ruangan yang pada bagian dinding dan rak yang berdiri terdapat aneka perabotan, produk obat-obatan dan kaleng kue berjajar menghiasi tempat sekitarnya. Anda bisa mentjari produknya disana.

0 comments:

Post a Comment