Waktu memang terus berjalan, membawa banyak hal pergi tanpa pernah meminta izin. Rumah yang dulu penuh tawa mungkin telah berubah, jalan setapak yang pernah menjadi tempat bermain kini tak lagi sama, dan orang-orang yang pernah mengisi hari perlahan memilih jalannya masing-masing. Namun ada satu hal yang tak pernah benar-benar hilang: kenangan. Ia tinggal diam di sudut hati, menjadi saksi perjalanan yang membentuk siapa diri kita hari ini.
Aku masih mengingat masa kecil yang sederhana. Bermain hingga senja, pulang dengan pakaian penuh debu, lalu disambut suara ibu yang memanggil dari depan rumah. Saat itu, kebahagiaan terasa begitu mudah ditemukan. Tak ada kemewahan, hanya kebersamaan yang membuat setiap hari terasa berarti. Baru sekarang aku menyadari, momen-momen kecil itulah yang ternyata menjadi harta paling berharga dalam hidup.
Kini dunia telah berubah. Wajah-wajah yang dulu akrab mulai sulit ditemui, waktu terasa berjalan lebih cepat, dan hidup menghadirkan tanggung jawab yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Meski begitu, setiap kali langkah terasa berat, kenangan itu datang mengingatkanku bahwa aku pernah begitu bahagia dengan hal-hal yang sederhana. Dari sanalah aku belajar, bahwa masa lalu bukan untuk ditinggali, melainkan untuk dikenang sebagai cahaya yang menerangi perjalanan menuju masa depan. Karena sejatinya, setiap langkah yang kita ambil hari ini selalu berawal dari kenangan-kenangan kecil yang tak pernah benar-benar pergi.






0 comments:
Post a Comment