Dunia Anak
Dunia Masa Kecil
Inspirasi
Inspirasi.
Dunia Pengetahuan
Belajar Ilmu Pengetahuan yang Ada di Dunia.
Hobby
Seneng dengan Hal yang Baru.
Dongeng
Seru dengan Cerita Anak.
16 February 2026
Menjaga Ekosistem Sungai demi Keseimbangan Alam
05 August 2025
Afrina dan Dunia Playdough
Afrina, seorang anak berusia enam tahun, duduk tenang di sudut ruangan sambil mengamati sekotak playdough warna-warni. Tak lama, tangannya mulai bergerak, meremas dan membentuk adonan lunak itu menjadi sesuatu yang hanya ia pahami dalam pikirannya. Ia menyebutnya tanah ajaib, karena dari sanalah imajinasinya bermula.
Hari itu, Afrina membuat kebun binatang dari playdough. Seekor gajah biru berdiri angkuh di samping singa jingga, sementara burung ungu bertengger di pohon hijau. Semua makhluk itu berasal dari jari-jarinya, tanpa bantuan alat canggih, hanya dari bentuk-bentuk dasar yang ia pelajari sendiri. Dalam kesederhanaan itu, playdough menjadi alat belajar yang luar biasa.
Melalui permainan tersebut, Afrina tidak hanya berkreasi. Ia juga belajar menyelesaikan masalah ketika bentuk tidak sesuai dengan bayangannya. Ia menyesuaikan ukuran kandang, menambahkan dasar agar burung bisa berdiri, bahkan mencampur warna untuk mendapatkan efek yang lebih hidup. Semua itu mengasah kemampuan kognitif serta daya pikir kritis secara alami.
Tidak terasa, kemampuan motorik halus Afrina berkembang pesat. Ia menggulung, mencubit, dan menyusun playdough dengan presisi yang makin membaik. Mainan ini pun terbukti efektif sebagai sarana terapi sensorik, terutama bagi anak-anak yang sedang berada dalam masa emas pertumbuhan.
Selain itu, bermain playdough juga membantu anak mengekspresikan emosinya. Dalam diam, Afrina bisa menunjukkan isi hati dan pikirannya. Dunia kecil yang ia ciptakan dari adonan warna-warni itu adalah cermin dari imajinasinya yang kaya. Tanpa disadari, ia sedang merangkai cerita, melatih bahasa, dan mengembangkan kreativitas.
Menjelang sore, semua hewan ciptaannya berbaris rapi. Hari ini mereka akan berkeliling dunia, katanya. Besok, ia mungkin akan membuat kue atau membangun kota dari playdough. Bagi Afrina, tidak ada batas untuk berkreasi. Dan bagi orang tua, tak ada alat bermain yang lebih menyenangkan sekaligus mendidik selain playdough.
Mainan Playdough atau lilin mainan adalah salah satu permainan favorit anak-anak yang tidak lekang oleh waktu. Terbuat dari bahan yang lembut dan mudah dibentuk, Playdough menjadi media bermain yang sangat ideal untuk anak usia 6 tahun. Di usia ini, anak-anak sedang berada pada masa emas dalam perkembangan motorik halus dan daya imajinasi mereka. Lewat ulasan ini, kita akan melihat bagaimana permainan Playdough bukan hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik dan merangsang kreativitas anak.
2. Melatih motorik halus;
3. Meningkatkan keterampilan problem solving;
4. Membantu ekspresi emosi anak;
5. Meningkatkan konsentrasi dan fokus;
6. Aman dan mudah digunakan untuk permainan edukatif di rumah.
25 May 2019
Eksperimen Seru Bikin Slime Sendiri di Rumah – Aktivitas Anak Kreatif dan Edukatif
Saat anak sudah mulai mengembangkan daya imajinasinya, ia mulai berpikir kreatif yang membuatnya ingin selalu mencoba seperti yang pernah dilihatnya hingga mengidentifikasi bakatnya. Pada postingan kali ini, Afrina ingin mencoba bereksperimen membuat slime sendiri di rumah seperti teman-teman yang lainnya. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengasah kreativitas dan kemampuan motorik halus anak. Slime adalah salah satu permainan favorit anak-anak masa kini. Teksturnya yang kenyal dan bentuknya yang fleksibel membuat slime sangat menyenangkan untuk disentuh dan dimainkan. Anak-anak biasanya menyukai slime karena mereka bisa membentuknya menjadi berbagai model sesuai imajinasi mereka. Bahkan, bermain slime bisa jadi sarana untuk mengurangi stres bagi anak dan orang dewasa. Eksperimen membuat slime ini juga bisa menjadi kegiatan parenting kreatif yang melibatkan orang tua dan anak. Saat membuat slime, anak-anak bisa belajar mencampur bahan, mengenal tekstur, serta belajar mengikuti instruksi dengan menyenangkan. Ini menjadi kombinasi sempurna antara bermain dan belajar, atau yang sering disebut sebagai "play-based learning". Untuk membuat slime, biasanya dibutuhkan bahan-bahan sederhana seperti lem PVA (lem putih), air, boraks atau activator slime, serta pewarna makanan. Di sini, Afrina mencoba menggunakan bahan-bahan yang aman dan mudah ditemukan di rumah atau di toko alat tulis. Beberapa resep slime juga menggunakan baking soda dan contact lens solution sebagai alternatif activator yang lebih aman bagi anak-anak. Aktivitas membuat slime juga bisa dijadikan sebagai proyek DIY slime project for kids yang cocok dilakukan saat liburan sekolah atau akhir pekan. Selain menyenangkan, eksperimen ini bisa membangun rasa percaya diri anak karena ia telah berhasil membuat sesuatu sendiri. Kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai bahan konten media sosial seperti Instagram Reels atau video pendek di YouTube. Bermain slime memberikan manfaat sensorik karena anak bisa merasakan berbagai tekstur. Ini bagus untuk anak-anak usia dini yang sedang mengeksplorasi dunia melalui sentuhan. Permainan seperti ini termasuk dalam kategori sensory play yang banyak direkomendasikan oleh para ahli tumbuh kembang anak. Jadi, tidak hanya sekadar bermain, tetapi juga bermanfaat secara edukatif. Akhirnya, eksperimen ini menjadi pengalaman seru bagi Afrina. Ia jadi semakin semangat mencoba eksperimen-eksperimen lainnya di rumah. Untuk para orang tua, yuk coba kegiatan sederhana tapi seru ini bersama anak! Selain hemat biaya, membuat slime sendiri bisa jadi waktu berkualitas yang sangat berarti bagi keluarga. Jangan lupa dokumentasikan dan bagikan hasilnya ya!










